Bisnis Instalasi dan Sewa Alat Video Conference
Filed Under (Uncategorized) by peluangusahabisnis on 10-03-2012
Tagged Under : bosch, polycom
Teknologi video conference saat ini begitu bermanfaat buat banyak pihak. Mulai dari instansi pemerintah pusat yang ingin berdialog dengan daerah, organisasi-organisasi dan LSM yang ingin berdiskusi dari berbagai titik, sekolah-sekolah dan sebagainya. Memang adanya video conference di satu sisi bersifat ekonomis dimana komunikasi audio visual layaknya bertatap muka tidak perlu “terbang” secara fisik, tapi terjembatani dengan kecanggihan teknologi, terhubungnya satu tempat dengan tempat lain lewat video conferencing.
Namun pengadaan alat ini tidaklah bisa dibilang murah. Khususnya untuk organisasi atau lembaga pendidikan yang membutuhkannya. Kecanggihan dan kemudahan yang ditawarkan masih harus dibayar mahal dengan harganya yang masih selangit. Bisa dilihat produk-produk sejenis macam bosch Indonesia. Ini juga belum dihubungkan dengan kerumitan proses instalasi serta pengoperasian. Sehingga sebuah momen video conference adalah sebuah situasi kompleks yang harus dilakukan oleh tenaga profesional. Jangan sampai kejadiannya mirip situasi ketika Pak SBY sedang video conference, lalu hubungannya putus.
Oleh karena itu, kesempatan ini bisa menjadi peluang yang patut dilirik. Mumpung belum banyak pemainnya di Indonesia, menjadi penyedia jasa sewa dan instalasi alat video conference rasanya termasuk menjanjikan. Lembaga, EO dan sejenisnya yang jarang-jarang melakukan video conference pasti tidak akan siap menyediakan budget untuk melakukan pembelian barang, tapi akan lebih senang dengan memilih cara menyewa pada pihak ketiga.
Beberapa merk alat video conference yang sekarang populer di antaranya : Toa, Taiden, Bosch dan Polycom Indonesia

Ternyata ia baru bertemu dengan saudara jauhnya yang kini punya usaha di grosir tanah abang. Saudaranya itu khusus menjual handuk. Jualnya nggak satuan, kiloan, bahkan katanya - hiperbolis - kontainer-an. Nah, makanya ia mau mencoba peruntungan bisnis
Setelah pertemuan waktu itu, saya kini disatroni sama teman yang sama. Kaget juga, karena ia telepon saya sudah nyaris dekat rumah, mau saya tolak nggak enak. Jadinya ya monggo mampir, begitu jawab saya. Sudah pasti - lagi - ada tujuan bisnis dalam kedatangannya ke rumah saya ini. Menariknya, ketika ia sampai di rumah saya, ia tidak membicarakan yang masalah waktu itu, ia kini memperkenalkan istilah baru yang sama sekali belum pernah saya dengar :